24 January 2007
(Teh Manis dari Lincak Mbah Diron)
Jadwal kompetisi Liga Divisi Utama XIII tahun 2007 yang diumumkan BLI di Klub Rasuna, Kuningan membuat persiapan skuad “The Slems” PSS Sleman tidak maksimal kalau tidak mau disebut berantakan
Akibatnya PSS Sleman harus mengubah jadwal ujicoba yang rencananya akan digelar sampai 30 Januari. PSS tinggal menyisakan dua kali ujicoba lawan Persis Solo, yang akan digelar nanti sore Rabu (24/1) di di Stadion Manahan Solo dan terakhir Jumat (26/1) lawan Persela Lamongan di Stadion Tridadi. Dan pertandingan lawan Persipon Pontianak di Stadion Tridadi, Selasa (30/1) terpaksa dibatalkan.
Manajer PSS Hendricus Mulyono di Kantor Sekretariat PSS di Jombor, Mlati, Senin kemarin mengatakan, PSS harus berangkat ke Medan hari Kamis, (1/2) untuk mengawali pertandingan perdananya melawan PSDS Deliserdang hari Sabtu, (3/2) dan dilanjutkan menantang Persiraja Banda Aceh, Selasa (6/2).
Sementara itu, meskipun melawan Persis Solo hanya bertajuk friendly game, tetapi skuad PSS Sleman dan pelatih Horacio A Montes harus pandai-pandai menyikapinya. Setidaknya ada dua hal yang mesti disikapi pelatih asal Argentina itu
Pertama, setelah uji coba melawan Persis Solo, Horacio harus sudah mempunyai materi pemain yang akan dijadikan starter dipertandingan yang sesungguhnya, sekaligus pemain lapis kedua juga harus diberi kesempatan untuk menjaga kestabilan performen tim bila sewaktu-waktu dibutuhkan
Horacio A Montes yang belum hafal benar dengan ketatnya kompetisi di Liga Indonesia harus dapat mengambil hikmah dari pertandingan saat melawan Persebaya Surabaya dan Persis Solo, karena sesungguhnya Persebaya Surabaya dan Persis Solo mempunyai gaya permainan yang berbeda, meskipun Gusnul Yakin dan Suharno pakem menerapkan pola 3-5-2
Persebaya Surabaya mempunyai gaya permainan khas jawatimuran dengan mengandalkan lini tengah Uston Nawawi sebagai jendral lapangan yang selalu dilapis Bejo Sugiantoro sebagai libero penyeimbang lini bekakang. Sedangkan melakukan penyerangan Persebaya Surabaya mengandalkan kecermatan dan kecepatan di kedua wing back untuk melakukan long pass menyilang langsung tertuju pada kedua strikernya.
Kemenangan PSS Sleman 1-0 atas Persebaya Surabaya, setidaknya sudah memberikan gambaran bahwa skuad PSS Sleman relative solid dilini belakang meskipun baru sebatas prediksi saja
Menghadapi Persis Solo nanti sore, Rabu (24/1) di Stadion Manahan Solo, Horacio A montes juga akan mendapat pelajaran dari gaya permainan Agung Setiabudi dkk. Tim besutan mantan pelatih PSS Sleman Suharno ini sesungguhnya sedang mencari formasi, kalau Suharno kental dengan permainan satu dua sentuhan dengan permainan cepat mengandalkan kedua gelandang kanan dan kiri, sedangkan materi pemain yang dimiliki Suharno saat ini sangat paseh dengan pola 4-3-3. Artinya, Selain akan mengandalkan serangan sayap, Agung Setiabudi dkk juga akan mengandalkan centre line sebagai tumpuhan melakukan serangan.
Kalau prediksi ini benar-benar terjadi, maka Lini tengah PSS Sleman akan mendapat ujian yang sesungguhnya. Selain dari pada itu, penjaga gawang PSS Sleman Dwi Adi juga harus mewaspadai second striker Persisi Solo, karena dengan bertumpuknya pemain-pemain gelandang PSS Sleman dijanrung pertahanannya sendiri tidak tertutup kemungkinan lini kedua Persis Solo melakukan tendangan spekulasi
Pelajaran kedua, dalam menjalani ujicoba baik melawan Persis Solo maupun Persela Lamongan, PSS Sleman tidak perlu ngotot mengejar kemenangan artinya bertanding datar-datar saja. Mengapa demikian?
Bila pelatih Horacio A Montes menaksakan bermain dengan tempo tinggi dan mengeluarkan segenap kemampuan skuadnya, yang dikawatirkan adalah pada saat pemulihan kondisi pemain atau recaveri, Dalam sisa waktu 3 minggu menjelang kompetisi, PSS Sleman harus hati-hati dalam menjalani uji coba. Jangan sampai di tengah pemulihan fisik sekarang ini, PSS Sleman bertanding dengan tim yang berat. Ini pastinya akan membuat kondisi pemain menurun pada saat liga bergulir. Jika tidak maka kondisi fisik Anderson da Silva akan ngedrop saat kompetisi berlangsung.
Idealnya, mendekati kompetisi program latihan yang lebih ditekankan, yaitu kerja sama tim dan teknik sebesar 70%. Sedangkan latihan fisik hanya 30%.
sehingga peak performance pemain akan kembali menanjak pada saat kompetisi yang sesungguhnya tinggal menunggu hitungan hari, dan ritme permainan PSS Sleman bisa lebih ditingkatkan lagi bergantung bentuk latihan di sela-sela menunggu pertandingan melawan PSDS Dilli Serdang dan Persiraja Banda Aceh nanti
[ by : sri_qq ]


