29 March 2006
Manajemen PSS Sleman siap memberikan penjelasan kepada DPRD Kabupaten Sleman terkait prestasi tim Super Elang Jawa yang dinilai merosot dalam kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia 2006 Wilayah Timur (Grup II) pada putaran I ini. PSS saat ini berada di posisi delapan klasemen sementara Wilayah II.
Manajer PSS Hendricus Mulyono, mengaku siap menerima panggilan DPRD jika bakal ditanyakan mengenai prestasi PSS yang merosot kendati sudha mendapat kucuran dana sebesar Rp 9 milyar. Menurutnya, ketika anggaran APBD untuk PSS ditetapkan dan disahkan oleh DPRD Sleman sebesar Rp9 miliar, tim sudah terbentuk. Artinya, sebelum ada kepastian besarnya anggaran untuk PSS, komposisi pemain sudah terbentuk.
DPRD Sleman berencana memanggil manajemen, pengurus, dan panpel pertandingan PSS terkait merosotnya prestasi tim tersebut. DPRD merasa berhak mengetahui perkembangan PSS karena telah mendapat kucuran dana dari APBD sebesar Rp 9 miliar. Dijadwalkan, pemanggilan dari DPRD tersebut akan digelar apda 4 April mendatang.
Menurut Wakil Ketua DPRD Sleman, Rohman Agus Sukamto, setidaknya ada beberapa hal yang akan dipertanyakan DPRD terhadap manajemen, pengurus, dan panpel PSS. Selain soal merosotnya prestasi PSS dan penggunaan dana sebesar Rp9 miliar, DPRD juga harus tahu pengelolaan dana yang dihimpun dari penjualan tiket dan souvenir PSS di setiap pertandingan kandang.
Mengenau prestasi yang merosot akan ditanyakan kembali karena dulu DPRD menyetujui anggaran untuk PSS dengan target masuk tiga besar Liga Indonesia 2006. Namun kenyataannya, di putaran pertama Liga Indonesia 2006, PSS hanya menempati peringkat delapan Wilayah Timur. Sedangkan untuk penggunaan dana Rp9 miliar, DPRD harus tahu berapa yang digunakan untuk mengontrak pemain, menggaji pemain dan pelatih.
Jika pihak manajemen dan pengurus PSS tidak dapat menjelaskan dan mempertanggungjawabkannya, DPRD mengancam tidak akan memberikan anggaran kepada PSS untuk tahun berikutnya atau jika diberi, besarannya tidak seperti sekarang.
[ by : phery ]


