07 May 2002
JOGYA - Meskipun menang cukup telak 3-0 atas tamunya, Barito Putra Banjarmasin dalam lanjutan Kompetisi Liga Indonesia (Ligina) VIII Grup II di Stadion Mandala Krida Yogya, Minggu (5/5) kemarin sore, namun PSS Sleman tetap belum aman dari ancaman degradasi.
Hal itu mengingat pesaing PSS, yakni PSIS Semarang, juga meraih kemenangan atas Gelora Putra Delta (GPD) Sidoarjo 2-0 di Stadion Jatidiri Semarang. Dua pesaing lainnya, Persema Malang dan PKT Bontang bermain imbang 2-2 di Stadion Gajayana Malang.
Dengan hasil itu, PSS naik satu tingkat ke posisi 8 klasemen sementara dengan nilai 27, ditempel PSIS di bawahnya juga mengumpulkan nilai 27. Sedang Persema masuk zona degradasi di peringkat 10, mengemas 26 poin.
Dengan demikian, satu tim lagi dari Grup A yang akan degradasi bersama Persebaya Surabaya dan Persedikab Kediri, masih akan ditentukan pada laga terakhir, Kamis (9/5) mendatang. PSS menjamu GPD yang juga sangat butuh tambahan poin penuh untuk mengamankan posisinya ke babak delapan besar.
PSS membuka gol melalui penyerang andalannya, M Eksan pada menit 26 setelah berhasil mengeksekusi tendangan penalti. Wasit Mansur Lestaluhu memberikan tendangan penalti setelah salah satu pemain Barito Putra, hands ball di kotak penalti.
Dua gol PSS lainnya, diborong pemain muda Slamet Riyadi menit 28 dan 33. Gol pertama Slamet berawal dari tendangan sudut yang dilakukan M Ansori dan disundul Fabiano, sebelum disambar Slamet. Gol berikutnya dicetak Slamet dengan memanfaatkan bola muntah dari Kiper Irvansyah Nasution, setelah menahan tembakan keras Fajar Listiyantoro.
Disaksikan Bupati Sleman Ibnu Subiyanto, Walikota Yogya Herry Zudianto dan mantan Bupati Sleman H Arifin Ilyas, PSS langsung menggebrak begitu kick off. Serangan gencar cukup variatif didukung kerjasama cukup rapi mengandalkan duet penyerang Fajar-Eksan, membuat benteng pertahanan Barito Putra yang dikomando Najih Mahmudi harus kerja keras mengamankan daerahnya.
Memasuki babak II, kendali permainan tetap dipegang Zaenuri dkk. Walaupun sudah unggul 3-0, Aceng Juanda dkk tetap tampil agresif meski tempo permainan diturunkan.
Bahkan PSS sebenarnya bisa menambah kemenangannya, jika saja mampu menyelesaikan peluang yang diciptakan. Diantaranya peluang matang yang didapat Dwi Prasetyo pada menit 86. Namun bola hasil tembakan Dwi Pras yang sudah tidak terkawal, masih bisa diselamatkan kiper.
Sedangkan kubu Barito Putra, nampak kesulitan mengembangkan permainan dan miskin peluang. Bako Sadissou sebagai tandem di depan, juga tak mampu berbuat banyak karena terus dikawal ketat Zaenuri
Pertandingan antara PSS melawan Barito berjalan bersih dan sportif, sehingga, Mansur Lestaluhu dari Jakarta Utara, wasit yang memimpin jalannya pertandingan tidak mengeluarkan satu kartu kuning pun.
(dari berbagai sumber)
[ by : crew ]


