Web Komunitas Suporter Slemania | Kamilah Jiwa - Jiwa yang Tidak Terkalahkan

Supported by: LigaIndonesia.com | Bukan Berita Bola Biasa

VOTING

sembari menunggu siapa pelatih yang akan menukangi PSS musim ini. Mari voting siapa pilihan anda ?








Home » News

"Tim Kecamatan" PSS Tahan Persebaya

25 April 2002

Tim yang mendapat julukan baru sebagai "tim kecamatan", PSS Sleman mengamankan posisinya di atas zona degradasi, yakni urutan 9 klasemen sementara Kompetisi Liga Indonesia (Ligina) VIII Grup A dengan nilai 23, setelah berhasil menahan tuan rumah Persebaya Surabaya tanpa gol di Stadion Gelora 10 November Tambaksari, Surabaya, Rabu (24/4) sore.

Sedang bagi Persebaya yang tetap terpaku di urutan dua dari bawah dengan nilai 17, hasil itu kian mendekatkan ke jurang degradasi. Bahkan tim yang selalu ‘berkibar’ di musim-musim sebelumnya ini, sudah hampir pasti degradasi bersama Persedikab Kediri yang kemarin bermain imbang 2-2 dengan tamunya, Petrokimia Putra Gresik.

Di babak pertama, PSS masih cukup mampu mengimbangi permainan Persebaya yang sore itu tampil agresif. Namun di babak II, Persebaya terus mengurung pertahanan PSS dan menciptakan beberapa peluang melalui Reonald Pieters, Uston Nawawi dan Iswandi Dai. Tapi pertahanan berlapis yang diterapkan Zaenuri dkk berhasil meredam setiap serangan tuan rumah hingga gawang yang dijaga Kiper Didik Tri Julianto tetap aman dari gol hingga pertandingan usai.

General Manajer PSS H Subardi menyatakan, kunci keberhasilan timnya memenuhi target meraih poin satu itu berkat kedisiplinan pemainnya dalam menjaga pertahanan. Ia pun puas dengan hasil ini sebagai modal menghadapi tiga pertandingan sisa.

Bis Slemania Dirusak
Slemania yang mendampingi aksi PSS harus kehilangan sekitar 7 bendera yang habis dibakar oleh suporter Persebaya yang kecewa dengan hasil pertandingan. Bendera terbesar yang dibakar adalah milik Slemania Laskar Walang Ijo, Ngaglik, sedang yang lain berukuran lebih kecil.

Di Jalan Juwet, yang berjarak sekitar 200 meter dari stadion, seorang pendukung fanatik Persebaya meluapkan kekecewaan dengan merusak bus yang mengangkut para suporter PSS. Kaca belakang bus dengan nomor polisi AB 2802 AE pecah karena ulahnya.

Melihat kejadian ini, puluhan anggota Brimob Polda Jatim berangsur mengejar dan menangkap pelaku. Begitu tertangkap, pukulan dan tendangan beberapa anggota Brimob mendarat di tubuh suporter tersebut. Pada sekitar pukul 19.00 rombongan bus yang membawa 200 Slemania dapat keluar dari kota Surabaya dengan kawalan ketat aparat kepolisian.

Kekecewaan suporter Persebaya juga meluap di dalam stadion begitu pertandingan usai. Dua kelompok pendukung Persebaya saling memaki. Polisi dari Dalmas Polda Jatim segera melerai pertikaian mulut ini. Sementara di Gerbang III, suporter membakar spanduk dan poster yang mereka bawa. Sampai lampu stadion di padamkan, api tetap menyala dalam pengawasan beberapa polisi.

Usai pertandingan, para pemain Persebaya yang tidak didampingi pelatih Rusdy Bahalwan ini terdiam di tengah lapangan dalam kawalan puluhan polisi. Tidak ada canda tawa. Semua tertunduk sambil minum dan menyeka keringat di tubuh yang tampak kelelahan.

Sementara itu, pemain PSS Kamis Pagi (25/4) langsung bertolak ke Balikpapan dengan pesawat, kemudian menuju Bontang menggunakan bus untuk menghadapi Pupuk Kaltim Bontang, Minggu (28/4).

Dari berbagai sumber

[ by : crew ]

<< back to index

Komentar

tambah komentar