Web Komunitas Suporter Slemania | Kamilah Jiwa - Jiwa yang Tidak Terkalahkan

Supported by: LigaIndonesia.com | Bukan Berita Bola Biasa

VOTING

sembari menunggu siapa pelatih yang akan menukangi PSS musim ini. Mari voting siapa pilihan anda ?








Home » News

PSS Membantah Tudingan PSIS

22 April 2002

Manajer PSIS Semarang, Yoyok Mardidjo, melancarkan tudingan serius ke PSS Sleman. Menurutnya, PSS ikut ‘mengatur skenario’ kekalahan timnya dari Petrokimia Putra Gresik di Stadion Jatidiri, Kamis (18/4). “Saya kira PSS Sleman ‘bermain’ di sini, mengingat posisi tim dari Yogya itu memang baru terjepit. Supaya terhindar degradasi, akhirnya mereka ‘bermain’ pada pertandingan PSIS lawan Petrokimia,” tegasnya seperti dilansir situs sepak-bola.tv, Jumat (19/4).

Dicontohkannya, 2 hakim garis yang memimpin berasal dari Yogya, dan kerap kali merugikan Bonggo Pribadi dkk. “Gol kedua Petrokimia yang dicetak Yao Eloi pada menit ke-71 itu berbau off-side, tetapi hakim garis tidak mengangkat bendera,” tandasnya. Setelah gol kontroversial itu, penonton bersikap brutal melempari hakim garis. Akibatnya, hakim garis sampai tidak berani berdiri di pinggir lapangan dan masuk beberapa meter ke lapangan, untuk menghindari lemparan penonton.

Di lain pihak, Manajer PSS H Subardi ketika dihubungi membantah keras tuduhan tersebut. Menurutnya, yang menentukan wasit itu PSSI, bukan PSS. “ Jika PSS dapat menentukan wasit, alangkah hebatnya PSS sebagai klub yang masih ‘ingusan’ di Ligina mampu menunjuk wasit sendiri. Kalau itu memang bisa maka PSS akan memilih wasitnya sendiri saja, biar dapat membantu PSS,” katanya.

Menurut Subardi kualitas wasit di Ligina VIII memang menjadi pembicaraan para pengurus klub, tidak saja di PSIS, namun PSS pun juga sering dirugikan wasit. Saat PSS menghadapi Persema wasit juga dikecam tidak saja oleh PSS ataupun Persema, namun dari Ketua Komisi Disiplin PSSI, Andi Darussalam menilai wasit belum layak memimpin Ligina. Untuk itu ia berharap pada PSIS jangan mencari kambing hitam bila tim kalah.

Slemania Prihatin
Sementara beberapa Slemania mengaku menyesalkan dan prihatin dengan tuduhan Yoyok Mardijo. Saat ngobrol santai seusai rapat & doa bersama Slemania Kota, di rumah Bpk.Kamit, Wirobrajan, Slemania yang hadir dengan tulus sebenarnya berharap PSIS mampu melangkah ke 4 besar dengan mengalahkan lawan-lawannya.

"Seperti saat mereka menahan Persema, secara tidak langsung PSS sangat terbantu", ujar seorang anggota Slemania Sosrowijayan. Sayang ketika PSIS kalah, justru malah menuduh pihak lain. Namun Slemania berharap tuduhan Yoyok Mardijo tidak menganggu kualitas hubungan Slemania dan Panser Biru.

[ by : crew ]

<< back to index

Komentar

tambah komentar