02 December 2006
Masalah pembagian wilayah atau grouping masih tetap menjadi tanda-tanya utama bagi para pengelola klub menyambut pergelaran musim kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia 2007, yang menurut rencana baru akan dimulai 6 Februari mendatang.
Dalam sesi pertama sosialisasi manual liga kompetisi 2007 yang dilakukan Badan Liga Indonesia (BLI) Kamis (30/11), beberapa pengelola klub mempertanyakan kepastian penempatan masing-masing tim.
Namun demikian, mengenai grouping ini BLI sudah menjadwalkan akan membahasnya secara khusus pada 11 Desember mendatang, dalam pertemuan general dengan pengelola dari 36 tim peserta kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia 2007 ini.
Sementara, sosialisasi mengenai manual yang dilakukan dalam tiga fase ini dilakukan oleh BLI untuk menjabarkan berbagai peraturan yang diberlakukan untuk musim kompetisi mendatang, termasuk yang menyangkut masalah kontrak pemain.
Sosialisasi fase kedua akan dilangsungkan di Makassar pada Sabtu (2/12), yang diikuti oleh tim-tim peserta Liga Indonesia dari wilayah Indonesia Timur, sedangkan fase ketiga digelar di Surabaya pada Senin (4/12), untuk tim-tim yang berada di Jateng dan Jatim. Setelah dilakukannya tiga fase sosialisasi manual itulah, BLI baru membahas masalah grouping pada pertemuan puncak 11 Desember mendatang di Jakarta.
Kendati demikian, tim-tim yang diikutkan pada sosialisasi fase pertama kemarin hampir dipastikan kalau kesemuanya akan bergabung di Wilayah I atau Barat. Ada 13 tim yang dihadirkan dalam sosialisasi fase pertama manual liga ini, yakni Persija Jakarta, Persitara Jakarta Utara, Persib Bandung, Pelita Jaya Purwakarta, Persita Tangerang, Persikota Tangerang, Persikabo Bogor, PSMS Medan, Persiraja Banda Aceh, PSSB Bireun, Sriwiijaya Palembang.
Dalam diskusi dengan para pengelola 13 klub ini, BLI meminta ketegasan mereka dalam pemilihan homeground masing-masing. Berkaitan dengan homeground, beberapa klub menghadapi kendala tersendiri. Ini khususnya dialami oleh tim-tim yang berada dalam satu kota namun hanya memiliki satu stadion, misalnya Persita dan Persikota Tangerang. Keduanya kini tak bisa sama-sama memilih Stadion Benteng sebagai homeground-nya.
"Salah satu harus mengalah," kata Andi Darussalam Tabusalla, ditrektur BLI. Dari wacana yang berkembang, kemungkinan besar Persikota yang akan mengalah, dan memilih Stadion Ciceuri di kota Serang, Banten, sebagai homebase mereka. Stadion Ciceuri selama ini menjadi markas tim Perserang kota Serang, yang bergelut di kompetisi Divisi I.
Bertalian dengan masalah homebase ini, kubu Persitara Jakarta Utara memastikan akan berkandang di stadion yang baru selesai dibangun di kawasan Cengkareng. Pada musim kompetisi lalu Persitara home di Stadion Krakatau Steel, Cilegon.
[ by : uddien. by PSSI Online ]


