23 December 2005
PSS Sleman yang pada musim kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia 2006 nanti berada di Grup II (Wilayah Timur) akan mengancam mundur dari kancah kompetisi jika kewajiban PSSI tak segera diselesaikan. PSSI masih memiliki hutang yang belum dibayarkan sekitar Rp 300 juta kepada PSS pada kompetisi 2005 yang lalu.
Pada prinsipnya, PSS siap mengikuti kompetisi di Grup Timur, asalkan utang-utang PSSI pada PSS dibayar dulu dan kompensasi yang akan diberikan untuk kompetisi 2006 setidaknya dibayar dulu 50 persen. Menurut Ketua Umum PSS yang juga Bupati Sleman, Ibnu Subiyanto, PSSI dalam Liga 2005 masih punya kompensasi yang belum dibayarkan pada PSS sebesar Rp 300 juta. Sedang dalam Liga 2006, PSS akan mendapat kompensasi Rp 800 juta. PSS mengharapkan uang itu segera turun sebagai modal awal untuk mengikuti kompetisi di Grup Timur.
Karena berada di Grup Timur, tentu saja akan banyak menguras dana dan tenaga dan kemungkinan PSS akan menghabiskan dana sekitar Rp 10 miliar lebih. Untuk itu, jika uang tidak turun lebih dulu, lebih baik PSS mengundurkan diri dari Liga Utama PSSI. Oleh karena itu, manajemen harus mencari dana tambahan dan pemain harus kerja keras menghadapi permainan cukup keras.
Manajer PSS, Hendricus Mulyono menambahkan, dana yang dibutuhkan untuk mengikuti kompetisi pada tahn 2006 nanti bakal cukup besar dan saat ini PSS belum mengajukan dana ke Pemkab Sleman. Dia sendiri telah memperkirakan bila masuk Grup Timur akan membutuhkan dana sekitar Rp 10 miliar.
[ by : Admin ]


