Web Komunitas Suporter Slemania | Kamilah Jiwa - Jiwa yang Tidak Terkalahkan

Supported by: LigaIndonesia.com | Bukan Berita Bola Biasa

VOTING

sembari menunggu siapa pelatih yang akan menukangi PSS musim ini. Mari voting siapa pilihan anda ?








Home » News

PSS Masuk Zona Degradasi

08 April 2002

PSS Sleman kembali masuk zona degradasi di urutan 10 klasemen sementara Grup A dengan nilai 19, menyusul kekalahannya dari tamunya, PSM Makassar dengan skor 1-2 dalam lanjutan Kompetisi Liga Indonesia (Ligina) VIII di Stadion Mandala Krida Yogyakarta, Minggu (7/4) kemarin sore.

PSS unggul lebih dulu melalui sundulan M Eksan, memanfaatkan sepak pojok dari pemain asal Brasil JJ Dos Santos alias Deka pada saat pertandingan baru berlangsung delapan menit. PSM menyamakan kedudukan lewat penyerangnya, Colly Misrun yang lepas dari kawalan pemain belakang PSS pada menit 33.

Gol penentu kemenangan PSM diciptakan pemain asingnya asal Cili Rodrigue Araya menit 53 lewat tendangan bebas yang gagal diantisipasi Kiper Didik Tri Julianto.

Pertandingan tersebut diwarnai keluarnya kartu merah kepada pemain PSM Rocky Puttiray pada menit 57, setelah ‘menyikut’ Fabiano hingga tergeletak dan harus ditandu keluar. Keputusan Wasit Chusnul Yaqin ini mendapat protes keras dari pemain-pemain PSM hingga pertandingan sempat terhenti beberapa saat.

PSS yang berambisi besar memenangi pertandingan, begitu kick off langsung menggebrak dengan serangan gencar variatif, mengandalkan umpan-umpan pendek dari kaki ke kaki hingga membuat benteng pertahanan PSM yang digalang Yoseph Lewono, Ronny Ririn dan Djet Donald, harus kerja keras mengamankan daerahnya.

Beberapa peluang matang pun didapat tim tuan rumah, melalui M Ansori pada menit 7 yang lolos ke depan, namun masih bisa diselamatkan Yoseph. Seto mendapat peluang menit 24, saat Kiper PSM Sony Gunawan sudah tidak dalam posisi, namun bola hasil bidikan Seto masih bisa dijangkau pemain belakang lawan. Giliran Slamet yang mendapat peluang menit 27, mendapat umpan matang Eksan, namun bola hasil tembakannya melambung di atas mistar gawang.

Memasuki babak II, Seto yang nampak mengalami cedera kaki karena ‘dimakan’ pemain PSM Eka M pada awal pertandingan, ditarik keluar dan diganti Ady Pranugroho. Keluarnya Seto ini, membuat permainan PSS menjadi menurun dan pola permainan pun menjadi berbuah dengan banyak mengandalkan umpan-umpan panjang. Masuknya Fajar menggantikan Sutaji pada menit 56, tetap tak mampu membongkar ketatnya pertahanan tim tamu. Bahkan saat PSM hanya bermain dengan 10 pemain pun, meskipun terus membombardir pertahanan PSM, tetap tak mampu mengejar ketinggalannya.

Ada Peluang Lolos
Peluang PSS Sleman untuk bertahan masih terbuka, meski semuanya harus kerja keras. Pasalnya, persaingan di Grup A cukup ketat dan berat. Demikian ditandaskan Manajer PSS Sleman, H Subardi.

Lebih lanjut H.Subardi menyatakan bahwa kekalahan tersebut akibat pemain belakangnya lengah dalam menjaga pemain lawan. Ditariknya kapten tim Seto Nurdiyantoro karena cedera, juga berpengaruh terhadap serangan PSS, sehingga sulit untuk menciptakan gol ke gawang lawan. Di samping itu pertahanan PSM diakuinya cukup solid, sehingga barisan depan PSS kesulitan menembusnya.

Ditambahkannya, permainan PSS di babak pertama sebetulnya cukup baik, namun satu kelengahan saja berhasil membuat pemain PSM manyamakan 1-1. Gol balasan yang membuat imbang 1-1 tak perlu terjadi bila pemain belakang lebih ketat menjaga Colly Misrun.

Sementara itu, Pelatih PSS, Suharno menyatakan bahwa Ia kecewa dengan permainan anak asuhnya, karena bagaimanapun sepakbola adalah permainan tim, tapi hanya karena Seto tidak ada semuanya menjadi berantakan.

Sementara itu kubu PSM melalui pelatih Gaffar Hamzah menilai bahwa PSS tim yang bagus, dan berpesan bahwa perjuangan untuk menghindari degradasi masih panjang. Ia juga mengatakan kepemimpinan wasit cukup bagus, dan hasil ini sangat meringankan bebannya sebagai pelatih PSM.

Bagi PSS, kekalahan tersebut harus membuat kerja lebih keras lagi untuk mengamankan posisinya dari ancaman degradasi. PSS masih menyisakan 3 kali di kandang dan 3 kali di luar kandang. Untuk itu agar aman, PSS harus merebut poin di kandang lawan dan memenangkan sisa pertandingan di kandang sendiri.

Sumber: www.kr.co.id

[ by : crew ]

<< back to index

Komentar

tambah komentar