Web Komunitas Suporter Slemania | Kamilah Jiwa - Jiwa yang Tidak Terkalahkan

Supported by: LigaIndonesia.com | Bukan Berita Bola Biasa

VOTING

sembari menunggu siapa pelatih yang akan menukangi PSS musim ini. Mari voting siapa pilihan anda ?








Home » News

KISS! Kisah Seputar Slemania dan PSS edisi 1

05 April 2002

Slemania dipastikan akan hadir di Stadion Tri Dharma, Gresik untuk mendukung PSS menghadapi Petrokimia Putra (14 Maret). Sekalipun peluang PSS untuk meraih poin cukup tipis, tapi Slemania tetap hadir untuk melakukan silaturahmi dengan kawan-kawan Ultras Gresik. Sekretaris Slemania, Sigit memperkirakan kontribusi Slemania untuk yang naik bis sekitar 35 ribu, sedangkan Nugroho "Widek" Asmara yang biasa mengurusi Kereta Api belum bisa memperkirakan biayanya.

Widek Asmara menyatakan kekecewaannya karena kemungkinan besar tidak dapat mengikuti tour ke Gresik karena urusan studi dan kerja. Oleh karena itu, dia berharap ada Slemania lainnya yang mau menjadi koordinator Kereta Api Slemania ke Gresik. Mahasiswa Arkeologi UGM ini berjanji akan membantu dan bahkan turun langsung mengurus persiapan, termasuk lobi dengan pihak PT KAI.

Crew, dan Bendahara Slemaniac.com, Kusuma "Ajoe" Kinanti tampaknya menjadi idola kamerawan TVRI Yogyakarta setelah untuk kesekian kalinya wajahnya nongol di Berita Daerah TVRI sewaktu menyaksikan pertandingan PSS-Persipura. Wajah Close Up Ajoe nongol bersama dengan wajah Adik dan Ibunya. Yang mengecewakan, ternyata Ajoe tidak memakai kaos Slemania. Huuuu!

Cita-cita membentuk korwil Slemania Jogja tampaknya akan segera terealisasi, setelah ada rencana pertemuan laskar-laskar Slemania Jogja. Lukas, personil Slemania Jokteng mengaku bahwa beberapa laskar Slemania yang berbasis di Kota Yogyakarta (Apache, My Green, dll) sudah setuju dengan rencana tersebut. " Waktu dan tempatnya belum bisa ditentukan, karena jadwal sangat padat", ujarnya.

Nasib apes dialami Eko (28 tahun), warga Perumahan Sleman Permai II Blok M No.8 seusai menonton pertandingan PSS-Persipura, dompetnya dicopet. Menurut Eko, di dalam dompetnya memang tidak banyak berisi uang, tapi kehilangan kartu identitas dan SIM yang membuatnya susah. Semoga copet tersebut sadar bahwa suporter berduit pas-pasan dan segera berhenti melakukan aksinya.

Pendapatan panitia pertandingan PSS sedikit menurun, dengan hanya mengantongi 98 juta dari penjualan tiket PSS-Persipura. Hasil ini jauh menurun dibanding saat pertandingan PSS-PSIS yang menghasilkan 143 juta. Total panpel PSS musim ini baru mendapat sekitar 780 juta rupiah, padahal pendapatan dari tiket merupakan sektor utama pemasukan PSS.

Pemain-pemain PSS menunjukan kaos dalam tanpa lengan dengan tulisan hijau "Untukmu, Slemania" setelah terjadi gol ke gawang Persipura. Kaos yang dibagikan di Hotel sesaat sebelum pertandingan PSS-Persijatim tersebut baru bisa ditunjukkan sepekan sesudahnya karena PSS tidak mencetak gol ke gawang Persijatim.

Kemenangan PSS atas Persipura tampaknya disyukuri betul oleh pemain-pemain PSS, dengan melakukan sujud bersama-sama di tengah lapangan seusai berjabat tangan dengan kubu Persipura. Hal tersebut wajar, karena dalam 5 pertandingan sebelumnya PSS gagal memetik kemenangan, sehingga posisi PSS di Klasemen sangat rawan degradasi.

Sekalipun tidak dapat hadir ke Mandala Krida, namun tidak menghalangi antusiasme mendukung PSS. Melalui siaran RRI, beberapa anggota Slemania Caboel yang baru mengikuti ujian mid atau sedang berjualan di Bonbin mendengarka laporan pandangan mata sambil bernyanyi-nyanyi layaknya di Stadion. "Luwih deg-degan, karena kita nggak tahu posisi bola dan situasi di lapangan," ujar Heru, Sekretaris Slemania Caboel sambil meracik Bakso.

[ by : crew ]

<< back to index

Komentar

tambah komentar