26 March 2002
Ambisi PSS untuk merebut poin penuh dalam pertandingan tandang Liga Indonesia 2002 di kandang Persedikab Kediri (Minggu/24/3) akhirnya musnah. Bermain disaksikan 3000 penonton di Stadion Chanda Birawa, Pare, PSS hanya bermain imbang 0-0 dengan tuan rumah.
Awalnya semuanya terasa mudah ketika gebrakan awal PSS seolah tak terbendung mengalir ke daerah permainan Persedikab. Puncaknya ketika Fajar Listiyantoro berhasil mencetak gol melalui serangan yang dibangun dari sayap kiri pada menit ke-8. Sayang wasit M Oleh Hadi menganulir gol tersebut setalah melihat asisten wasit mengangkat bendera tanda offside dan menunjuk M Ansori yang berada di sayap kanan.
Kejadian tersebut tidak mengendurkan semangat dan nafsu menyerang PSS, bahkan secara sporadis terus mengurung pertahanan lawan. Namun aksi kiper Persedikab, Agus Wahyudi berhasil menyelamatkan gawangnya. di Babak pertama Persedikab hanya sekali mengancam gawang PSS setelah sundulan Iwan bergulir tipis di sisi kanan gawang PSS.
Melalui kerjasama tim maupun aksi individu, PSS berkali-kali membahayakan gawang Persedikab. Pemain Persedikab yang kesulitan merebut bola menerapkan permainan keras menjurus kasar untuk mengimbangi permainan PSS. Sayang wasit terlihat tidak berani memberikan kartu kuning untuk pemain tuan rumah.
Frustasi dan Balik Tertekan
Memasuki babak kedua, pemain PSS masih sempat beberapa kali membahayakan gawang lawannya. Peluang terbaik didapat melalui aksi Deca dan Seto di sayap kiri yang mengobrak-abrik pertahanan lawan dan mengirim umpan sebelah kanan pada Dwi Prasetyo. Sayang dalam posisi yang berhadapan dengan kiper dan tidak terkawal, Dwi "Ambon" Prasetyo tidak berani shooting ke gawang, dan malah mengumpan pada Slamet Riyadi di muka gawang yang akhirnya di blok bek Persedikab.
Pertengahan babak kedua, permainan PSS terlihat mengendur dan pelan-pelan Persedikab mampu memegang kendali. Usaha memasukkan M.Eksan, M Nurhuda, dan Risdianto menggantikan Deca, Dwi Prasetyo, dan Fajar Listiyantoro tidak mampu menolong permainan PSS.
Bahkan sepuluh menit terakhir barisan belakang PSS harus bekerja keras mengamankan daerahnya. Tercatat dua kali peluang emas didapat pemain-pemain Persedikab melalui serangan cepat dari sayap, beruntung tidak menghasilkan gol karena penyelesaian akhir yang tidak akurat.
Sayang pertandingan tersebut dinodai oleh aksi seorang suporter tuanrumahberbaju putih yang memukul tengkuk M Zaenuri saat pertandingan berakhir. Suporter tuanrumah yang menyerbu ke tengah lapangan dan berpura-pura mengajak salaman tersebut langsung dibekuk aparat keamanan. Suasana menjadi kacau ketika kerumunan suporter tersebut berhamburan mendekat, dan terpaksa di bubarkan dengan tembakan ke atas.
[ by : crew ]


