02 October 2001
Selama berlangsungnya Liga Bogasari Piala Suratin 2001, PSS telah tiga kali berlaga menghadapi Perseden, PSIS, dan Persehan. Dari tiga kali penampilan tersebut PSS meraih dua kali menang, 2-0 atas Perseden, 5-1 atas Persehan, dan sekali imbang 1-1 dengan PSIS Semarang.
Sekalipun hasilnya memuaskan namun permainan PSS masih menyisakan banyak kelemahan. Salah satu yang jelas terlihat adalah kelemahan fisik. Eko Wijayanto dkk masih belum dapat bermain stabil selama 2 X 40 menit waktu pertandingan. Kelemahan ini diperparah dengan tidak adanya playmaker yang dapat mengendalikan tempo permainan, sehingga dalam setiap pertandingan cenderung bermain cepat.
Kelemahan lain yang harus diperhatikan oleh pelatih M.Djazuli & Balet Sugeng Widodo adalah lemahnya koordinasi lini tengah PSS. Lini PSS yang dimotori Agus Purwoko sering gagal menjalankan tugasnya ketika membantu pertahanan, sehingga PSS sulit keluar dari tekanan. Kelemahan ini jelas terlihat ketika menghadapi tim dengan organisasi penyerangan yang rapi seperti ketika ditekan sepanjang pertandingan oleh Perseden Denpasar.
Dikiperi Hendro Kartiko
Untungnya kelemahan tersebut dapat ditutupi oleh Putut Danu di bawah mistar gawang. Kiper yang tidak terlalu tinggi ini mempunyai positioning dan ball handling yang bagus sehingga berkali-kali mampu melakukan penyelamatan gemilang. Saat menghadapi Perseden, Putut tercatat dua kali mementahkan usaha bomber Kadek Sanjaya yang sudah berhadapan satu lawan satu dengan dirinya. Selain itu Putut sukses memblok tembakan keras yang dilepaskan pemain-pemain Perseden maupun
PSIS. Tak heran jika kiper plontos ini disebut-sebut seperti Hendro Kartiko oleh para penonton.
Di depan Putut Danu, Denny Wahyu Untoro dkk juga cukup rapi menggalang pertahanan. Marking dan Tackling yang dilakukan lini pertahanan PSS cukup mampu mengamankan area pertahanan PSS. Satu hal yang menjadi catatan adalah kelengahan barisan pertahanan di menit-menit akhir seperti saat menghadapi PSIS. Gol Ujung tombak PSIS Kris Daniel pada menit terakhir lebih karena kelengahan bek PSS dalam mengawal penyerang lawan.
Lini Depan Menjanjikan
Duet Eko Wijayanto dan Nur Hadiyanto selama ini cukup ampuh dalam membedah pertahanan lawan. Umpan-umpan crossing yang dilepaskan oleh gelandang PSS mampu dimanfaatkan dengan baik oleh Eko yang mempunyai postur tinggi dan jago duel udara. Nur Hidayanto yang mempunyai dribling bagus juga sering merepotkan pertahanan lawan, seperti ketika ditunjukkan dengan melewati bek-bek Perseden dan Persehan.
Secara individu materi PSS memang masih dibawah kemampuan tim-tim yang mempunyai jalur pembinaan Sekolah Sepakbola (SSB) seperti PSIS, namun semangat tempur anak-anak muda ini patut diacungi jempol. Dengan permainan yang ngotot dan pressing tinggi inilah PSS tampaknya akan menghadapi lawan-lawannya di babak 16 besar Liga Bogasari U-18. Berhasilkah? Dukung dan Doakan!
[ by : pei ]


