Web Komunitas Suporter Slemania | Kamilah Jiwa - Jiwa yang Tidak Terkalahkan

Supported by: LigaIndonesia.com | Bukan Berita Bola Biasa

VOTING

sembari menunggu siapa pelatih yang akan menukangi PSS musim ini. Mari voting siapa pilihan anda ?








GELIAT BISNIS DALAM SEPAK BOLA

03 June 2007

Sepak bola merupakan olah raga idola semua lapisan masyarakat yang ada di seluruh belahan dunia yang paling komersial. Sadar posisi sepak bola merupakan permaian yang paling bergengsi, setiap negara ikut keranjingan bola.
Sepak bola adalah sebuah permainan yang mengandalkan skil. Selain permainan yang memadai, dalam sebuah pertandingan sepak bola dengan waktu normal 2x45 menit ini, semua dapat terjadi dilapangan. Mulai dari gol indah yang diciptakan oleh pemain dari tiap-tiap Club yang bertanding, yang menimbulkan sorak sorai penonton yang mendukung club idola mereka. Bahkan tak jarang sampai menimbulkan kerusuhan.
Bagi bola mania, yang rela datang atau meluangkan waktu, merogoh kocek hanya untuk menyaksikan permainan sepak bola secara langsung di lapangan merupakan sebuah kepuasan tersendiri. Terlepas dari hingar-bingarnya penonton, pemain, dan suasana dalam pertandingan, hal tersebut merupakan satu dari sekian banyak peristiwa yang ada di dalam sepak bola.
Seiring perkembangan zaman, sepak bola semakin maju dan memiliki berbagai peran. Selain sebagai sarana olah raga, juga sebagai penghibur bola mania. Kini sepak bola merambah ke dunia bisnis. Dalam arti sepak bola sebagai ajang para pengusaha untuk meraih keuntungan semata “sepak bola sebagai pohon uang”.
Menikmati dinamika bisnis yang berkaitan dengan sepak bola. Media massa, biro iklan dan rumah produksi panen duit karena banjir iklan. Pemegang hak siar seperti misalnya stasiun TV sengaja menampilkan bintang-bintang sepak bola atau artis tenar sebagai presenter dadakan. Memang terasa tak lazim meskipun mereka tak mampu tampil secara profesional. Stasiun-stasiun TV mungkin punya agenda bisnis yang tidak bisa diungkapkan pada publik.
Banyak pengusaha memanfaatkan momentum sepak bola dengan menawarkan berbagai produk pernak-pernik. Sepak bola telah mendorong kegiatan ekonomi usaha kecil dan menengah. Sebaliknya, ada pula kemerosotan kegiatan ekonomi akibat kurang tidur. Pembaca merasakan keterlambatan surat kabar datang karena agak terlambat terbit. Redaktur lazim menunda dead line. Bagian marketing jengkel karena redaksi lambat mengirim master copy ke percetakan demi skor pertandingan. Bagian iklan senyum-senyum saja, karena kebanjiran duit. Wartawan politik dan kriminal mungkin sedikit kesal karena halaman surat kabarnya habis untuk berita bola dan iklan. Apa boleh buat, pertimbangan ekonomi sering mengabaikan pertimbangan idealisme.
Mengintip kesuksesan dan info seputar bisnis dalam sepak bola, perusahaan game 'kelahiran' Jepang. EA atau Electronic Arts adalah salah satu penerbit entertainment software untuk PC dan berbagai konsol terbesar di dunia. Jika dibandingkan dengan Konami, Capcom, atau Namco usia EA jauh lebih muda, masih 18 tahun.
Teknologi yang berkembang cepat, produsen menciptakan kebutuhan masyarakat. Masyarakat yang sebenarnya belum terlalu membutuhkan teknologi dipaksa mengikuti tren. Alhasil, barang-barang yang spesifikasinya lebih tinggi dari kebutuhan terpaksa harus dilahap juga. Begitu pula dengan ponsel. Ambil contoh fasilitas dual band dan wireless application protocol (WAP), teknologi yang memungkinkan akses internet via ponsel, yang sudah ada dalam ponsel keluaran beberapa tahun terakhir, mungkin belum dibutuhkan pemakainya.
Produsen akan terus mengembangkan teknologi sehingga manusia lebih efisien dalam beraktivitas. Saat ini saja sudah dirancang teknologi yang membuat pengguna ponsel bisa menyaksikan pertandingan sepak bola lewat layar ponselnya. Canggih. Karena itu, sebaiknya hati-hati dalam memilih ponsel maupun jaringan operator langganan
Siapa sih yang nggak ingin kaya? Semua orang pasti ingin banyak uang dan mungkin saja ketenaran. Nah, sepak bola, ternyata sudah menciptakan mimpi. Di negara-negara lain, seperti Pantai Ganding (Cote de efiore) atau Ifory Coast. Para orangtua memilih menyekolahkan anak-anaknya di SSB alias Sekolah Sepak Bola ketimbang di pendidikan formal. Harapannya hanya satu : Ingin dapat duit dengan cara cepat dan cuma ngandelin keahlian bermain bola. Udah banyak contohnya. Didier Drogba, Kolo Toure dan Yaya Toure adalah para pemain Pantai Gading yang sukses. Ada juga yang berasal dari Togo, yakni Emmanuel Sheyi Adebayor, yang kini memperkuat Arsenal. Mereka kaya raya. Belum lagi Michael Essien yang asal Ghana itu, kini boleh merasakan mandi duit bersama Chelsea salah satu Club besar Liga Ingris.
Dapat kita ketahui, bahwa sepak bola merupakan industri permainan yang makin mapan dalam era ekonomi baru (new economy). Industri sepak bola sudah menjadi kegiatan ekonomi global yang sangat komersial. Proses yang disebut deindustrialisasi makin terasa jika memperhatikan kehebatan industri sepak bola sekarang ini. Sepak bola merupakan sebagai ajang berbisnis. “Sepak bola adalah bisnis, Bisnis adalah sepak bola”. Indonesia patutlah belajar dari pengalaman negara-negara yang lebih maju dan sudah terlebih dahulu mengindustrikan sepak bola. Main-main yang menjadi sungguhan. Sekarang sepak bola sudah menjadi industri permainan yang mengalahkan industri permainan lainnya, dan bahkan industri manufaktur tertentu.

[ by : Haryanto/PPL ]

<< back to index

Komentar

tambah komentar