Web Komunitas Suporter Slemania | Kamilah Jiwa - Jiwa yang Tidak Terkalahkan

Supported by: LigaIndonesia.com | Bukan Berita Bola Biasa

VOTING

sembari menunggu siapa pelatih yang akan menukangi PSS musim ini. Mari voting siapa pilihan anda ?








PSS Sleman yang Mandiri dan Bikin Iri

16 June 2013

Minggu, 9 Juni 2013 lalu saya sengaja meluangkan waktu untuk pulang kampung. ,Melihat sebuah perubahan yang terjadi di klub kecil yang saya banggakan, PSS Sleman. Kebetulan di saat yang bersamaan juga digelar pertandingan penuh sarat emosi di Maguwoharjo International Stadium (MIS) antara tuan rumah PSS Sleman vs Persis Solo.



Namun, dalam tulisan ini saya tidak mebahas pertandingan itu. Ada oleh-oleh yang saya bawa dari klub Kecil itu. berupa kesadaran untuk menjadikan klub itu menjadi mandiri, tidak bergantung lagi dengan APBD Kabupaten Sleman.

PSS Sleman awalnya merupakan Klub Perserikatan yang "menyusu" APBD, tetapi sejak 2012 klub ini berada di bawah pengelolaan PT PSS yang mengharuskan klub Itu lepas dari sumber yang namanya APBD.

Pada Hari minggu yang lalu seperti biasa sebelum masuk ke MIS saya terlebih dahulu berkeliling stadion yang baru saja mendapat aksesoris berupa lampu stadion. Saya sudah lama hampir 4 tahun tidak berkunjung ke MIS. Ada perubahan yang menarik dan memikat hati saya yaitu di beberapa dinding stadion dan di depan Loket ada tulisan "No Ticket No game", "Beli Tiket di Calo Haram" "All Calo All Bastard" dan beberapa tulisan yang mengharuskan penonton dan Sleman Fans untuk membeli tiket resmi.

Sebuah pemandangan yang belum pernah saya temui di MIS yang dulu. Slogan yang sama juga dikampanyekan melalui jejaring sosial, FB & Twitter dengan Hastag #NoTicketNoGame. Selain itu lingkungan dalam stadion yang dulu ramai dengan PKL yang menjajakan pernik-pernik PSS dan klub lain sekarang sudah sedikit dan nyaris sepi.

Saya bertanya ke salah satu kawan suporter tentang semua keadaan yang berubah itu. Ternyata semua perubahan ini dilakukan oleh manajemen PSS Sleman agar tetap berdiri. Himbauan tentang kesadaran membeli tiket resmi itu memang sengaja dibuat Manajemen untuk memberikan pendidikan kepada Sleman Fans dan Penonton PSS agar melakukan Pembelian tiket di di Loket. Karena dengant ini PSS Sleman bisa menghidupi dirinya dan bisa mandiri. Selain Loket manajemen PSS juga menjual tiket pertandingan ini di CSS (Curva Sud
Shop) sebuah toko merchandise resmi dari BCSxPSS.

Setiap pertandingan di MIS PSS Sleman mendapat keuntungan bersih minimal 400 juta per pertandingan. Sebuah angka fantastik pemasukan bagi sebuah tim yang tampil di Divisi Utama PT LPIS dan mengalahkan beberapa pemasukan tiket pertandingan yang berada di kasta IPL dan ISL.

Jadi meskipun saat ini PSS Sleman dihuni beberapa bintang sepakbola nasional seperti Juan Revi, Moniega, Ajisaka dan di putaran kedua Resmi mengontrak K.Adelmund, PSS Sleman tidak pernah bermasalah dengan gaji dan kontrak pemain. Pendidikan dari manajemen PSS Sleman kepada masyarakat dan Sleman Fans membuahkan hasil mereka sekarang sadar bahwa PSS hanya bisa hidup kalau mereka beli tiket di loket.

Di tepi lapangan MIS pun aboard dipenuhi sponsor. Perusahaan yang ingin memasang aboard wajib menyetorkan uang antara 20 juta sampai 40 juta rupiah.Terdapat sekitar 30 papan board yang tampil di tepi lapangan. Sebuah hasil yang luar biasa bagi klub kecil yang tampil di Operator LPIS.

Di sisi lain Stadion MIS tepatnya di pintu barat MIS, terdapat kantor PSS dan toko Elja Store. Elja Store ini merupakan unit usaha PSS SLEMAN yang menjual Merchandise resmi yang semua laba penjualannya masuk ke PSS. di tempat ini pun juga banyak yang membeli meskipun harganya tergolong mahal.

Sebagai perbandingan harganya kalau kita beli Jersey di PKL MIS seharga 50rb sampai 100rb sedangkan jika kita beli di Elja Store ini mencapai 280rban. Masyarakat Sleman dan Sleman Fans tampaknya sekarang sudah sadar bahwa agar PSS bermain maka mereka harus membeli tiket dan merchandise resmi.

Selain Elja Store, PSS Sleman juga mempunyai Unit Usaha lain berupa Elja Media. sebuah unit usaha yang bergerak dibidang multimedia, advertising dan Photovideograph, termasuk melayani pemesanan undangan, kalender dan produk produk lain yang keuntungan murni untuk PSS Sleman.

Selain itu PSS Sleman memiliki unit yang bertugas untuk menyiarkan pertandingan ke seluruh dunia melalui radio Streaming. Unit ini memang tidak memberi keuntungan secara langsung tetapi unit ini memberikan keuntungan secara moral. Adanyaunit ini membuat pertandingan yang dilakoni di kandang PSS Sleman bisa didengarkan di seluruh bumi melalui streaming internet. Melalui situs http://www.eljaradio.tk/ dan www.jogjastreamers.com. Di masa mendatang, akan dibuat saluran TV khusus PSS Sleman meniru MUTV ataupun Chelsea TV.

Sungguh sebuah fenomena menarik bagi sebuah tim daerah yang berlaga di kasta kedua, itupun bernaung dibawah PT LPIS yang notabene kalah kharismanya dengan Operator PT LI.

PSS SLEMAN sekarang sudah menjadi sebuah Klub yang masuk ke roda kehidupan sehari-hari warga Kabupaten Sleman. Semua lapisan memberikan dukungan total bagi klub ini. Sebuah dukungan agar PSS SLEMAN menjadi klub yang mandiri yang suatu saat PT PSS tampil di Bursa Saham Indonesia.

Sebuah impian lain selain melihat PSS Sleman menjadi juara.tahun ini, tepat di saat menginjak 37 Tahun usianya, Memang, sudah saatnya PSS Sleman jadi juara.

[ by : NB ]

<< back to index

Komentar

tambah komentar