Web Komunitas Suporter Slemania | Kamilah Jiwa - Jiwa yang Tidak Terkalahkan

Supported by: LigaIndonesia.com | Bukan Berita Bola Biasa

VOTING

sembari menunggu siapa pelatih yang akan menukangi PSS musim ini. Mari voting siapa pilihan anda ?








Kibaran Merah Putih di Stadion

20 May 2013

Stadion, dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia berarti lapangan olahraga yg dikelilingi tempat duduk. Sedangkan arti kata sepakbola adalah permainan beregu di lapangan, menggunakan bola sepak dr dua kelompok yang berlawanan yang masing-masing terdiri atas sebelas pemain, berlangsung selama 2 x 45 menit, kemenangan ditentukan oleh selisih gol yg masuk ke gawang lawan. Jadi secara terminologi, orang datang ke stadion adalah untuk melihat sekumpulan orang yang bermain sepak bola selama 2 x 45 menit, dari tempat duduk. Hal tersebut jika ditinjau dari segi terminologinya.

Namun belakangan ini, ternyata kata sepakbola, stadion, tidak bisa diartikan secara terminologi saja. Banyak orang menganggap kedua hal tersebut (stadion dan sepakbola) adalah agama kedua, pacar, alasan hidup, tujuan, bahkan jiwa raga mereka. Hal yang tidak masuk akal, namun hal ini benar-benar terjadi.

Stadion adalah salah satu tempat, yang bisa menyatukan puluhan ribu orang dengan berbagai macam sifat dan karakteristik. Masyarakat yang sangat heterogen, cenderung individualis, akan sangat susah mengumpulkan mereka dalam satu tempat dengan tujuan yang sama. Bahkan untuk menunaikan kewajiban mereka pada Pasal 27 ayat (3) UUD 1945. Namun hal ini tidak berlaku untuk orang-orang yang memenuhi stadion.

Siapa bilang datang ke stadion cuma mau lihat pertandingan bola? Siapa bilang ke stadion itu membosankan? Siapa bilang ke stadion itu menghabiskan waktu dan uang saja? Tentu saja pertanyaan ini ditujukan kepada mereka yang memang tidak melihat sepakbola, dan hal yang berhubungan dengan itu , sebagai sesuatu yang spesial.

Datanglah ke stadion, open your mind, don be apathetic. Dan, karena kita warga Sleman, dan memang karena tulisan ini saya tujukan untuk warga Sleman dan sekitarnya, cobalah datang ke MIS. Semua pertanyaan yang ada di atas tadi akan terjawab tanpa ada seorang pun yang menjawab.

Ketika sepakbola masih murni sebagai hiburan, ketika sepakbola tidak ada campur tangan orang yang tidak bertanggung jawab, Sebuah pertandingan bola bisa mempunyai berjuta makna bagi penontonnya. Selain disuguhi sebuah pertandingan sepakbola, kita juga akan dapat melihat kreativitas supporter di stadion, bahkan semangat nasionalisme. Ya .. ya.. nasionalisme, kita bisa mendapati jiwa nasionalisme kita berkibar ketika datang ke stadion. Inilah yang akan menjadi topik utama tulisan saya ini.

Dewasa ini, kata nasionalisme menjadi hal yang mahal dan langka. Memang nasionalisme ini memiliki lingkup yang sangat luas, dan sangat kompleks. secara umum, nasionalisme berkaitan dengan kita dan negara. Sikap nasionalisme dapat diartikan sebagai sikap cinta kepada tanah air, tanah air indonesia. Sikap nasionalisme inibisa kita tunjukkan dengan berbagai macam cara, salah satunya dengan cara menghormati bendera merah putih dan menanyikan lagu kebangsaan Indonesia. Hal ini menunjukkan kita bangga , kita cinta kepada indonesia.

Pertanyaan berikut ini saya tujukan bagi pembaca sekalian yang sudah tidak mengenyam pendidikan 12 tahun, maupun yang tidak bekerja di instansi pemerintahan. Kapan terakhir anda menyanyikan lagu indonesia raya? Kapan terakhir anda mengepalkan tangan anda di dada dan berdiri dengan khidmat ketika melihat bendera merah putih berkibar? Masih adakah kebanggaan kita menjadi warga indonesia?

Dan khusus untuk yang masih menjalani pendidikan 12 tahun, apakah anda mengikuti upacara bendera, hormat kepada bendera merah putih benar-benar kemauan anda sendiri? Coba kita renungkan kembali, sebagai warga negara indonesia, apakah masih ada jiwa nasionalisme dalam diri kita? Pernahkah kita tunjukkan sikap nasionalisme kita? Saya kira jawabannya tidak perlu dituliskan disini. Cukup kita renungkan pada diri masing-masing.

Namun, pada suatu malam di sebuah bangunan megah yang mengelilingi lapangan sepakbola, yang berada di sudut kota sleman, tetiba semua pernyataan dan pertanyaan saya diatas langsung terpatahkan. Stadion tersebut bernama Maguwoharjo International Stadium, dan ketika PSS Sleman berlaga. Hanya ketika PSS Sleman berlaga.

Di stadion ini, semua hal diluar nalar terjadi. Ketika 20.000 orang heterogen tanpa dikomando berdiri dan ikut menyanyikan lagu indonesia raya dengan penuh semangat. Menghadap merah putih raksasa disebelah utara tribun stadion ini. Tanpa dikomando di sini berarti mereka melakukan hal ini benar-benar merupaklan keinginan mereka sendiri. Dan menurut saya, hal inilah yang bisa dikatakan nasionalisme yang sesungguhnya, ketika tanpa ada paksaan dan dorongan, semua menyanyikan lagu Indonesia Raya dan menghadap ke bendera merah putih.

Hal ini mungkin hanya bisa kita lihat di GBK pada saat timnas indonesia bertanding. Itu pun terakhir terjadi pada piala AFF yang lalu, dan intensitasnya sudah berkurang setelah itu. Untuk kasus GBK pun masih bisa dinalar karena tim yang sedang bertanding adalah timnas indonesia yang merupakan representasi dari negara indonesia sendiri.

Namun di sini, yang kita bicarakan adalah sebuah pertandingan sepakbola di divisi utama, dengan tim kecil bernama PSS Sleman. Apakah hal ini masuk akal ? sepengetahuan penulis, belum ada klub-klub sepakbola di Indonesia yang bisa melakukan hal ini (semua elemen pendukung menyanyikan lagu Indonesia Raya dan ada kibaran merah putih di stadion).

Hal diluar nalar ketika tim kecil ini bisa menyatukan puluhan ribu masyarakat heterogen, bahkan bisa memunculkan kembali jiwa-jiwa nasionalisme mereka. Di kasus ini, apakah kita patut berbangga? Jelas!! Namun berbangga untuk menjadi bangsa indonesia, bangga dengan bendera kita sendiri.

Musim ini, ketika elang jawa akan terbang tinggi, jiwa nasionalisme kita juga membumbung tinggi di MIS. Terdapat puluhan ribu orang yang mendukung PSS dengan kebanggaan menjadi warga sleman, juga menjadi warga Indonesia. Sungguh sangat luar biasa!! Semoga hal ini bisa terus berlanjut dan mendampingi PSS menjadi juara di musim ini. Mari kita kawal PSS Sleman agar menjadi juara dengan jiwa nasionalisme di dalam diri kita. Sehingga ketika itu kita bisa berbangga hati menjadi pendukung PSS Sleman dan menjadi warga Indonesia.


Penulis Ahmad Kurniawan adalah seorang fans berat PSS Sleman

[ by : fwhrst ]

<< back to index

Komentar

tambah komentar