Web Komunitas Suporter Slemania | Kamilah Jiwa - Jiwa yang Tidak Terkalahkan

Supported by: LigaIndonesia.com | Bukan Berita Bola Biasa

VOTING

sembari menunggu siapa pelatih yang akan menukangi PSS musim ini. Mari voting siapa pilihan anda ?








Home » News

Menutup Lembaran Kompetisi 2007 dan Menyongsong Kompetisi 2008

31 December 2007

Squad Elang Jawa PSS Sleman 2007
------------------------------------------------------------
Usai sudah perjuangan tim Elang Jawa PSS Sleman dalam mengarungi musim kompetisi 2007 Liga Djarum Indonesia. Target awal untuk bisa menembus Super Liga gagal diraih, karena hanya finish di urutan 14 klasemen wilayah barat. Akan tetapi asa itu belumlah padam, karena PSS masih berusaha meloby dan menunggu keputusan dari PSSI. Usaha PSS ini didasarkan dari verifikasi BLI tentang sarana dan prasarana klub peserta Liga Super. Dan untuk yang satu ini PSS telah lolos dan memenuhi verifikasi. Tentunya kita semua berharap PSS dapat menembus Liga Super.

Sedikit menengok kebelakang akan perjalanan PSS, agaknya kegagalan ini sudah bisa
diprediksi oleh sebagian kalangan. Di awal musim, kita dihebohkan oleh kebijakan manajemen yang bertekad membangun sebuah tim dengan mencari langsung pemain asing ke tempat asal sang legenda Diego Maradonna, Argentina. Tak tanggung-tanggung, bahkan manajemen juga menyertakan pelatih asing asal Argentina sebagai target buruan. Perburuan pun dimulai, sasaran pertama adalah klub ternama Argentina, Boca Juniors. Di kandang klub yang membesarkan nama Maradonna itu, manajemen kepincut dengan beberapa pemain. Keempat pemain tersebut adalah Chiristian Gaston Castano, Juan Dario Batalla, Martinez, dan Aquilar Ramon Ignatio, serta sang pelatih Horacio A Montes. Manajemen menilai bahwa keempat pemain dan satu pelatih ini bisa mengangkat PSS Sleman dan tentunya sesuai dengan keuangan yang dimiliki PSS. Mendengar kabar tentang gembar-gembor yang dilontarkan oleh manajemen PSS, publik sepak bola Sleman dilanda euforia. Hal ini dibuktikan dengan animo masyarakat Sleman yang begitu luar biasa untuk menyaksikan latihan-latihan PSS. Euforia ini menjadi berlipat-lipat tatkala manajemen mengumumkan bahwa untuk kompetisi 2007 PSS akan berpindah home base di stadion yang baru yakni stadion Maguwoharjo yang memiliki sarana dan infrastruktur lebih dari cukup meskipun belum 100% jadi.

Berbagai persiapan dilakukan, mulai dari serangkaian seleksi pemain lokal, uji coba dan mengikuti turnamen Piala Gubernur Jatim di Malang dan Surabaya. Hasilnya tidak terlalu mengecewakan. Serangkaian program dipersiapkan oleh ”Mr.Professor” julukan untuk arsitek PSS Horacio A Montes yang memang merupakan profesor di bidang fisik olah raga. Seiring berjalannya waktu, ketidakstabilan performa dari para pemain Tango dan buruknya penampilan sejumlah pemain anyar PSS membuat publik Sleman gerah. Mereka mendesak manajemen untuk segera melakukan pembenahan. Korban pertama adalah Ramon dan Martinez yang terpaksa dipulangkan, dan sebagai gantinya manajemen memanggil kembali George Oyebode Oyedepo yang pada musim sebelumnya sudah bersama dengan PSS dan mendatangkan satu pemain asing asal Jerman yakni Mbounjo Etouke. Dua tanggo Castano dan Batalla tetap dipertahankan mengingat waktu yang sudah mempet dengan jadwal digulirkannya kompetisi.

Akhirnya genderang perang ditabuh. PSS Sleman mengawali kompetisi dengan pertandingan tandang ke markas PSDS Deli Serdang dan Persiraja Banda Aceh. Dikandang PSDS Deli Serdang PSS tumbang dengan skor 2-1 dan di Banda Aceh PSS Sleman berhasil meraih poin pertamanya meski hanya bermain imbang 1-1 dengan Persiraja Banda Aceh. Melakoni dua partai tandang, PSS Sleman segera menghadapi partai kandang di home basenya yang baru yakni Stadion Maguwoharjo, Depok, Sleman dengan menjamu Pelita Jaya dan Persita Tangerang. Dari dua partai PSS hanya mampu meraih 4 point dimana menang melawan Pelita (2-1) dan imbang melawan Persita (1-1). Hasil ini membuat keraguan publik Sleman dan tentunya Slemania semakin bertambah. Manajemen dan tim pelatih terus berbenah. Dua partai tandang berikutnya PSS berhasil meraih satu poin tambahan dari Sriwijaya FC. Petaka datang dalam dua partai kandang melawan Persema Malang dan Persik Kediri. PSS tidak mampu menyapu bersih point kandang bahkan hanya mampu menggondol nilai satu dari Persema dan kalah dari Persik kediri.
Kegerahan pendukung PSS mencapai puncaknya saat Elang Jawa takluk dari Macan Putih Persik Kediri. Tuntutan untuk memecat sang arsitek semakin menguat, dan akhirnya manajemen menuruti keingingan Slemania dengan memberhentikan ”Sang Profesor”. Adios Horacio. Dan sebagai gantinya manajemen langsung menunjuk pelatih kawakan Rudy William Keltjes untuk mengarsiteki Castano dkk. Asa pun dibebankan kepada RWK untuk mengangkat performa tim kebanggaan Slemania dan meraih target menembus jajaran Super Liga. Tangan dingin RWK membawa hasil diawal-awal kepemimpinannya, Elang Jawa PSS Sleman berhasil menerkam tim-tim besar semacam PSMS Medan, PSIS Semarang, Persija Jakarta. Ditangan RWK pula Castano malai menunjukan performanya. Memasuki pertengahan musim kompetisi pembenahan mulai dilakukan Rudy Keltjes. Batalla dipulangkan ke Argentina, keputusan kontroversial diambil RWK dengan mencoret Mbounjo dipertengan musim. Rudy Keltjes kemudian mendatangkan “anak emasnya” Mamadou Niane dari Semen Padang dan merekrut Soulaymane Trauore dari Mali.

Dibawah nahkoda RWK, PSS Sleman mengarungi samudra kompetisi dengan segala permasalahannya. Permasalahan klasik yang dihadapi oleh PSS adalah tumpulnya lini depan Elang Jawa. Sampai dengan berakhirnya kompetisi tahun ini, jago gedor PSS yakni Mamadaou dan Castano baru mengemas 22 gol (12 Mamadou dan 10 Castano). Sungguh pencapaian yang masih minim. Selain itu mental bertanding pemain PSS yang masih labil juga menjadi kendala. Permasalahan yang menjadi isu panas adalah kebijakan RWK yang selalu mengunggulkan beberapa pemain yang menjadi “anak emasnya”. Semoga ini menjadi pekerjaan rumah bagi manajemen untuk menghadapi musim 2008 mendatang yang rencananya akan bergulir bulan Maret. Manajemen harus jeli dalam melakukan perekrutan pemain dan disesuaikan dengan kebutuhan tim dan target. Apalagi musim depan, sesuai dengan keputusan PSSI bahwa klub-klub peserta Liga Super maupun Liga Utama tidak boleh menggunakan dana APBD. Menyikapi hal ini Ketua Umum PSS Drs. Ibnu Subiyanto telah mencanangkan bahwa mulai tahun 2008 PSS akan dijadikan BUMD yang berbadan hukum dan memiliki wewenang untuk mengelola dan memanage keuangannya sendiri. Sikap Ibnu sendiri merupakan sebuah sikap optimis karena PSS kini telah memiliki sebuah satdion megah yang nantinya bisa menjadi aset pemasukan bagi pendanaan klub. Selain itu, mengoptimalkan potensi pemain lokal (pemain asli Sleman) juga menjadi titik berat pengurus PSS di musim kompetisi mendatang. Hal ini juga diamini oleh RWK yang siap membantu untuk membangun persepakbolaan Sleman dan mengiorbitkan pemain-pemain asli Sleman ke tingkat nasional. Dengan demikian tampaknya PSS beriap untuk memulai musim tanam dan semoga hasil yang akan dituai nantinya dapat membawa kejayaan bagi PSS. Bagaimana teknisnya? Kita tunggu langkah-langkah pengurus.

Terlepas dari hal diatas, tentunya hasil dimusim ini membuat semua pendukung PSS merasa kecewa, meski asa itu masih ada. Acungan jempol patut dialamatkan kepada Slemania sebagai pendukung setia PSS Sleman. Pengorbanan yang sungguh luar biasa telah mereka tunjukkan demi satu nama PSS. Tentunya nilai plus diatas tidak membuat Slemania menjadi besar kepala, melainkan menjadikan Slemania menjadi suporter yang lebih dewasa. Berbagai inseden yang ditimbulkan oleh Slemania tentunya harus bisa dijadikan refleksi untuk menatap kompetisi mendatang.
Di usianya yang ketujuh ini, Slemania melalui pengurusnya bertekad untuk lebih maju. Menutup lembaran tahun ini, pengurus Slemania memberikan apresiasi bagi laskar-laskar Slemania melalui pemilihan laskar favorit. Tentunya dengan proses semacam ini, pengurus Slemania mengharapkan agar Slemania menjadi lebih baik dan lebih atraktif lagi. Pengurus juga akan lebih mengoptimalkan korwil-korwil sebagai basis massa Slemania. Konsolidasi dan koordinasi menjadi penting. Musim kompetisi mendatang merupakan musim terakhir bagi kepengurusan Slemania saat ini dibawah kepemimpinan R Supri Yoko dan Gustan Ganda. Tentunya moment ini ingin dijadikan moment terindah dan memberikan segala perhatiannya untuk Slemania. Salah satunya langkahnya adalah proses pembuatan film dokumenter Slemania dan album Slemania yang saat ini sedang dalam proses pengerjaan. Pembuatan film dan album Slemania hanyalah sebagai stimulus bagi Slemania supaya kedepannya menjadi lebih baik.

Akhirnya, selamat tinggal 2007!! Mari kita songsong musim 2008 dengan semangat dan keyakinan untuk menghantarkan The Super Elang Jawa PSS Sleman menjadi lebih baik dan meraih prestasi bukan hanya sebagai penggembira. Happy New Year.

[ by : boy/admin ]

<< back to index

Komentar

tambah komentar

cempe di bandung | 01 Jan 2008 00:47:03
terserah........................................!!!!!!! piye apike
VETERINARY UGM SLEMANIA di jogja | 01 Jan 2008 10:57:30
sudah saatnya beli pemain yang bener.ga asal2lan. beli tu bambang pamungkas,ponaryo,atep,barkowi,ebandaherman,,trus uangnya dari jual stadion,wekwkwkwkwkwkwkw HIDUP PSS SLEMAN!!!!!!!
apri di sleman | 01 Jan 2008 12:28:48
pss harus mencari pemain yang kualitasnya bagus,agar keinginan pss masuk liga super bisa tercapai.dan saat itu pula pss bisa juaraaaaa?????
selly di magelang | 01 Jan 2008 15:55:05
tolong PSS... gaet pemain yag bener2 top donk..seperti DENNIS ADITYA PUTRA itu donk....selain dya jago,tp dya juga tampan loh!!!!!!! SLEMANIA SEJATI.......
andrian_the_kansas di kalasan | 01 Jan 2008 17:37:28
maju terus PSS N Slemania ayoooooooo......... bersatu kita bisa untuk membangun persepakbolaan d sleman kita tercinta ini cayoooo.... GOD BLESS U allllllllll PSS kamu bisaaaaaaaaaaaaaaa
oel di banjarnegara | 01 Jan 2008 18:33:41
Pengursu harus bijak. Aku selalu mendukungmu Maju terus Eljaku.... PSS pasti juara
Ajie di Con-Cat | 01 Jan 2008 21:18:13
Kalo management PSS dah sadar bahwasannya tim PSS yang sekarang pemainnya pas-pasan, berarti tahun depan Management harus berani meningkatkan kualitas pembelian pemain yang jauh lebih baik..... Saat ini PSS berada di klasemen 12, apakah kita sudah puas????? Tentu bagi slemania blm cukup hanya bertahan di Divisi Utama Liga Indonesia, Slemania ingin PSS bisa bersaing di papan atas, bahkan kalo bisa menjadi juara Liga Indonesia. Wahai Management PSS, dengarkan seruan Slemania, untuk segera menyiapkan team dan pemain yang lebih baik dan berkualitas, untuk menghadapi Liga Indonesia kompetisi berikutnya..... Selamat Berjuang PSS.....
antox di jogja | 02 Jan 2008 02:31:01
tolong donk cari striker yang tajam dalam penyerangan n serangan balik........ n moga PSS dapat meraih sukses n tidak mengecewakan para slemania sejati yang slalu mendukungmu,,,,,, KOBARKAN SEMANGATMU N JANGAN MENYERAH,,,OK,,,,,,,,,,,,,
PEDULI_SLEMANIA di SLEMAN | 02 Jan 2008 05:06:16
Yooo... Konco2 SLEMANIA..Besok nek KETUA slemania diganti karo sopo wae...TOLONG HORMATI YO.. JANGAN SAMPAI PECAH..SING PENTING SLEMANIA MAJU.. OK DHAB!!! THX..
cuki di jagoseg | 02 Jan 2008 07:43:15
bozzzz ganti penyerang yang keren yaaaa