23 November 2006
adwal Liga Djarum Indonesia (LDI) XIII memang belum final. Tapi, Badan Liga Djarum Indonesia (BLDI) sudah mempunyai ancang-ancang akan memulainya pada 5 Pebruari 2007. Jadwal tersebut disesuaikan dengan program Timnas yang akan mengikuti berbagai even intenasional. Sementara untuk Piala Inoneia akan dimulai pada April.
"Agenda kami masih sebatas blocking time, belum kami tentukan. Tapi, kira-kira awal Pebruari," penjelasan Djoko Drijono, direktur kompetisi BLDI, di sela acara Rapat Paripurna Nasional (Raparnas) PSSI di Batu
"Keputusan akan kami buat setelah ada pertemuan di tingkat BLDI," kata Djoko.
Beberapa hal yang masih menjadi pertimbangan BLDI salah satunya tentang pembagian grup dan jumlah tim degradasi. Untuk sementara, BLDI mengusulkan ada delapan tim degradasi di divisi utama. Yakni empat dari wilayah barat dan empat dari timur.
Tentang pembagian grup juga menjadi topik yang dinanti klub. Rumor yang berkembang pun sangat beragam. Salah satunya adalah kabar bahwa Persebaya Surabaya, Persik Kediri dan PSS Sleman bakal hijrah ke wilayah barat. Tiga klub itu bakal melengkapi keberadaan tim-tim asal Sumatera, Banten, Jabar, Jateng, dan Jakarta
Meski menampik rumor itu, Djoko tetap menyambut positif. "Tentunya kalau rumor itu berkembangnya dari inisiatif klub bersangkutan, dengan tangan terbuka kami menampungkan. Hanya, untuk memutuskan pembagian grup, kami tidak cuma memperhatikan satu klub saja," tegas Djoko.
"BLDI akan memutuskan pembagian grup secara transparan dan fair demi melancarkan proses transisi menuju kompetisi Superliga 2008," pungkasnya.
Penerapan Aturan Baru!
Badan Liga Djarum Indonesia (BLDI) akan menerapkan aturan baru berkaitan dengan larangan bermain dan denda jika pemain terkena kartu kuning atau kartu merah dalam suatu pertandingan.
Hal ini ditegaskan Direktur Kompetisi BLDI Djoko Driyono di sela-sela acara Rapat Paripurna Nasional 2006 di Agro Wisata Batu, Jatim
Menurut dia, pemain hanya akan mendapat larangan satu kali main jika pemain mendapat dua kartu kuning dalam pertandingan berbeda, atau pemain mendapat dua kartu kuning dalam pertandingan yang sama yang mengakibatkan mendapat kartu merah, dan/atau pemain mendapat kartu merah langsung.
Selain itu, menurut dia, pemain dikenakan denda uang senilai Rp3 juta jika pemain mendapat kartu kuning, Jika pemain mendapat kartu merah (tak langsung) Rp4 juta dan kartu merah langsung Rp5 juta.
Pada musim sebelumnya, BLI tidak mengenakan denda dan pemain hanya diganjar hukuman larangan bermain dari satu kali hingga tiga kali larangan bermain jika diganjar kartu kuning atau kartu merah.
"Kami menerapkan ini mengacu pada peraturan FIFA. Hal ini juga telah diterapkan di kompetisi Inggris," kata Djoko
Ia menambahkan, jika pemain tersebut dianggap Komisi Disiplin (Komdis) melakukan perbuatan tercela maka bisa saja komdis menambah hukuman. Hal lain yang menarik di Manual Liga Indonesia 2006 adalah adanya kontrak antara pemain dan klub berkaitan dengan prestasi klub.
Jika tidak tercapai target klub maupun target individu, maka klub berhak melakukan penghapusan bonus, pengurangan gaji bulanan dan penurunan nilai kontrak.
[ by : Sri_QQ ]


