22 November 2006
Wildan Cabol Embrio Lahirnya Slemania Jabotabek
Tiga tahun yang lalu, tepatnya tanggal 4 Januari 2003 betrtempat di Stadion Krakatau Steel Cilegon, anak muda huka-huka pernah menjadi perhatian sekitar 1.200 pasang mata saat PSS Sleman mengawali pertandingan Liga Divisi Utama 2003-2004 melawan Pelita Krakatau Steel Cilegon.
Menjadi perhatian, karena dari sekian banyak supporter yang menyaksikan pertandingan tersebut hanya Wildan yang punya nama lengkap Wildan Firdaus menggunakan kaos Slemania sebagai atribut pendukunga maniak PSS Sleman, apa lagi dengan helm putih yang menjadi cirikas supporter Jogyakarta, benar-benar menjadi pusat perhatian di tribun VIP sebelah barat
Pada saat gawang PSS Sleman yang dikawal kipper Didik Tri Yulianto kemasukan gol pada menit ke-34 babak pertama, wajah Wildan terlihat pucat dan lesu menyaksikan tim kesayangannya ketinggalan 0-1 dari tuan rumah. Apalagi sorak gemuruh supporter Pelita Krakatau Steel yang sedang merayakan kegembiraan gol tersebut, benar-benar menenggelamkan suporter Laskar Bulaksumur yang juga crew slemania cyber. Bahkan waktu jedahpun Wildan tidak beranjak dari tempat duduk dan hanya ditemani sebotol air mineral yang selalu dipegangnya
Baru pada babak kedua, tepatnya pada menit ke-73, setelah striker PSS Sleman Marcello Braga membobol gawang Pelita Krakatau Steel, Wildan dengan spontan berdiri dan mengangkat kepalan tangan kananya ke udara melampiaskan kegembiraannya karena tim yang support-nya mampu menyamakan kedudukan menjadi 1-1. Dan saat menoleh kekanan dan kekiri Wildan merasa terheran-heran, dalam hatinya mungkin bertanya “Mengapa saat gawang tuan rumah kebobolan justru ada beberapa supporter yang bertepuk tangan?” pikirnya. Atau barangkali hatinya bertanya-tanya “Siapakah mereka?”
Setelah pertandingan selesai dengan skor imbang 1-1, dan saat para pemain dan pelatih PSS Sleman meluapkan kegembiraan karena berhasil meraih point, berapa orang yang duduk di tribun VIP menyalami Wildan dan saling memperkenalkan diri, bahwa mereka adalah warga Jogyakarta yang telah lama meninggalkan kota kelahirannya, tercatat ada Koco, Rudi Bengkel, Ngatidjo, Sanoko dan Sri Sutarto yang sekarang menjadi ketua Slemania Jabotabek
Bahkan pada waktu beberapa orang yang ikut men-suport PSS Sleman datang dari Bekasi, tercacat nama Wiwid dan Ngadiono, sedangkan yang datang dari Tanjung Priok ada Eko, Wawan dan Sugianto
Diskusi dan pembicaan mengenai PSS Sleman dan Slemania menjadi ramai setelah Mbah Bardi, Mbah Kidi dan beberapa pemain seperti Didik Tri Yulianto, M-Bagong-Ansori, M Eksan dan Jamat mengutarakan bahwa PSS Sleman membutuhkan dukungan dari warga Sleman maupun Jogyakarta yang tinggal di Cilegon dan Jakarta pada saat tandang kedua melawan Persija Jakarta di Stadion Lebak Bulus Jakarta pada tanggal 8 Januari 2003
Mbah Bardi sebagai manajer tim menyarankan, kalau menungkinkan dan tidak keberatan supporter PSS Sleman yang ada di Cilegon dan Jakarta dibentuk paguyuban atau perkumpulan Slemania seperti yang ada di Sleman
Bagaimanakah kelanjutan cerita panjang berdirinya Slemania Jobatabek?, nantikan story of Slemania Jabotabek pada bagian ke-2, sampai jumpa pada ………….
[ by : Sri_QQ ]


